Halaman Utama E-mail Peta Situs Kontak Kami
20 Persen Bangunan Langgar KDB Cetak
CIBINONG - Hasil evaluasi tahunan Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (Distarling) Kabupaten Bogor, sebanyak 20% atau 30 pemohon ijin mendirikan bangunan (IMB) setiap tahunnya diduga melanggar Koefiesien Dasar Bangunan (KDB). "Dari 150 bangunan yang berizin di wilayah Kabupaten Bogor, 20 persennya melanggar. Pelanggaran itu diduga bukan karena faktor kesengajaan, tapi ketidaktahuan mereka tentang KDB,” kata Kasi Pengendalian Lingkungan Distarling Kabupaten Bogor, Achmad Samudera, kemarin. Ia menambahkan, setiap pemohon IMB, harus membuat rencana bangunan yang terdiri 40 persen untuk bangunan dan 60 persen untuk ruang terbuka hijau. Namun, pada kenyataanya di lapangan mereka tak sesuai.  Ia menambahkan, ijin peruntukan lahan yang dapat dikeluarkan oleh Distarling terbatas, yakni yang luas dibawah 3000 m2 dan cukup dengan peta lokasi. Sedangkan diatas 3000 m2, kewenangannya ada pada bagian Tata pemerintahan (Tapem) yang harus dilengkapi dengan site plan.
Selengkapnya...
 
30 Kecamatan di Kabupaten Bogor tak Punya RDTR Cetak
Sedikitnya 30 kecamatan di Kabupaten Bogor tak memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor hanya 10 kecamatan saja yang telah memiliki RDTR. Parahnya dokumen tata ruang tingkat kecamatan itu tak justru diabaikan saat pemerintah daerah merumuskan kebijakan pembangunan tahunan.
Selengkapnya...
 
Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Diintensifkan Cetak
CIBINONG - Industri yang melibatkan bahan kimia dipastikan menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah B3 umumnya mengandung banyak unsur logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun (toksik), sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia.  Penanganan limbah ini cukup rumit, dari mulai pengumpulan dan penyimpanan limbah hingga penanganan dan pengolahannya. Hal ini karena efek bahaya yang cenderung tinggi jika terkontaminasi.  Oleh karena itu, diperlukan lokasi dan penanganan khusus pengolahan limbah B3 sehingga prosesnya bisa diawasi.“Sejauh ini industri-industri di Kabupaten Bogor masih terus didorong untuk mengetahui seluruh proses pengolahan limbah B3,” ujar Kepala Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Gunawan, kepada Radar Bogor, kemarin. Saat ini Kabupaten Bogor memiliki lokasi khusus pengumpulan dan pengolahan limbah B3, yaitu di Prasada Pemunah Limbah Industri (PPLI), di daerah Klapanunggal. Lokasi pengolahan limbah B3 ini merupakan yang terbesar di Indonesia.
Selengkapnya...
 
Kendaraan Bermotor Berplat Non-F Marak di Bogor, Sumbang Polusi tapi Pajak ke Daerah Lain Cetak
Bogor sekarang tidak lagi seperti dulu, yang sangat mudah ditemui kabut pada pagi hari karena kualitas udaranya yang bersih. Kini, suasana seperti itu sudah sangat sulit didapati, terutama di jalan-jalan utama pusat kota. Peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi jalan utama, tidak terkecuali kendaraan berplat non-Bogor (non-F), ikut menjadi penyumbang penurunan kualitas udara alias polusi udara. Berikut hasil penelusuran tim Radar Bogor (Ridwan, Faisal Hilmi, Hendra Sudrajat, Wandi Yusuf, Lucky, Rita, Ratna Kartika).  Bogor sebagai salah satu daerah penyangga ibukota di kawasan Jabodetabek telah menjadi primadona bagi para investor untuk menanamkan investasinya di wilayah ini. Tidak hanya di bidang jasa dan industri, Bogor juga memberi daya tarik dari sektor pariwisata (alam dan kuliner) bagi masyarakat, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.

 

Peluang yang sangat prospektif ini mendorong masyarakat dari luar Bogor untuk mau membuka usaha di Bogor atau tinggal di daerah ini, meski kerja di luar Bogor. Tapi, peluang itu pula memicu terjadinya peningkatan polusi udara seiring peningkatan jumlah dan arus kendaraan yang beroperasi di Bogor.

Selengkapnya...
 
 
Hak Cipta © Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Bogor